Minggu, 17 Januari 2016

BERDO'A ATAUKAH MENYURUH ALLAH,??

Menanggapi notes dari temen2 terutama masalah jodoh dan rezeki, dan dari diri sendiri yang menyadari bahwa setiap dari kita pasti menginginkan sesuatu, dan setiap orang yang beragama pasti pernah berdoa.

Berdoa adalah penyejuk jiwa bagi siapa saja. Terutama bagi yang hatinya gundah, dan berkeinginan.Namun yang perlu disadari bahwa bertahun-tahun kita berdoa, terkadang ada salah kaprah didalamnya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita jadikan pembelajaran.

1. Berdoa sebanyak-banyaknya :

Pertanyaan mendasar tentang hal ini adalah, adakah di dalam Al-Quran, umat islam disuruh untuk berdoa sebanyak-banyaknya..?
jawaban atas hal itu adalah, tidak ada. Karena memang, di dalam al-Quran tidak ada perintah untuk berdoa sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, yang harus dilakukan adalah berzikir sebanyak-banyaknya.

Dapat kita lihat di dalam Q.S AL Ahzab (41-42) : "hai orang2 yang beriman, berzikirlah pada Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah padaNya, di waktu pagi dan petang hari.
Dalil yang sama diperkuat pula di dalam Q.S Ali Imran ayat 41, Q.S Al Anfaal ayat 45, bahkan sangat mengena pada Q.S Al Jumu'ah ayat 10 dimana dinyatakan : " Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka segeralah kamu bertebaran di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan Berzikirlah sebanyak2nya agar kamu beruntung."


Secara ringkas, untuk menjawab pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :

a. Allah tidak pernah mengajarkan hambaNya untuk banyak berdoa, sebaliknya yang disuruh adalah kita berusaha dan banyak2 berzikir.
b. Yang ditakutkan adalah dengan banyak berdoa, akan melemahkan semangat juang kita dan menjadi manja.
c. Allah mengajarkan hambaNya untuk bekerja keras, dan setelah itu menyerahkan pada Allah SWT.

2. Doa yang panjang, detil atau seperti mantra :

Pernahkan anda berdoa seperti ini, "Ya Allah, saya ingin mobil, karena sudah bertahun2 saya naik motor. Anak saya sekarang sudah 3 jadi kalau naik motor tidak cukup. Kalau boleh sya ingin mobil yang berwarna hijau ya Allah
yang besar jadi bisa muat banyak, dan biar awet di dalamnya ada jok kulitnya, biar kemana2 nyaman, suspensinya pake mcpherson, dan dilengkapi ac double blower, kemudian sudah ada power steering agar saat mudik tidak capek ya ALlah.
tidak lupa pula irit, dan agar bisa sampai kantor dengan cepat haruslah kencang, minimal diatas 140 tenaga kuda ya ALlah...."

ataukah anda pernah berdoa yang sama sedari kecil, sehingga acap kali tak ubahnya seperti mantra, dan bahkan hanya berupa hapalan, dan tidaklah menggunakan hati dan terasa membosankan.?

Satu hal yang perlu kita ingat dalam berdoa adalah, kita sedang mengharap pertolongan Allah, maka gunakanlah hati kita dalam berdoa, gunakan kata2 yang benar2 mewakili hati dan kegundahan kita.
Karena Allah maha mendengar permohonan hambanya, pun ALlah adalah zat yang Maha pemurah, lagi maha penyayang.
Namun, jangan pula kita meminta doa yang terlalu detil seperti diatas, karena bisa jadi apa yang kita inginkan dan kita lihat baik, belum tentu itu adalah apa yang benar2 kita butuhkan dan dianggap baik menurut Allah.
.
Bandingkan doa diatas dengan doanya para rasul dan orang beriman sebagaimana tertulis dalam Al-Quran


Q.S Ali Imran 146-147 : " Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan pantang menyerah. Allah menyukai orang2 yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang berlebih2an dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"

ada beberapa hikmah atas ayat tersebut

a. tidak manja dalam berdoa, yaitu meminta tanpa berusaha.
b. berdoa mestinya merupakan introspeksi diri, dan memohon ampun atas kesalahan, kebodohan dan minta tolong dengan cara yang dikehendaki Allah. Karena dengan cara demikian yang akan memperoleh kebaikan dan kesuksesan.

contoh lain adalah doa nabi musa yang menggunakan ungkapan yang sangat halus dan tidak berkesan menyuruh Allah..

Q.S Al Qashash 24 : "Maka musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engaku turunkan kepadaku"

dan doa Nabi Luth dan orang beriman :

Q.S Al ankaabuut 30 : Luth berdoa "Ya Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu"
Q.S Al Mu'minuun 109 : "Sesungguhnya ada golongan dari hambaKu berdoa, Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik "

3. Membeli doa, menitip doa, dan doa bersama

Pernahkan kita melihat praktek pembelian air yang sudah didoakan oleh kiai tertentu, atau pernahkan kita menitip doa, meminta doa dari teman dan lain sebagainya..?
kemungkinan besar pasti pernah.

Yang perlu diperhatikan adalah , bahwa sebenarnya doa yang paling mustajab adalah doa orang2 yang memiliki kekuatan emosional dengan yang didoakan. Hal ini berhubungan dengan kekuatan hati kita dalam berdoa seperti yang disampaikan di atas. Jadi, doa orang tua, saudara yang menyayangi kita jauh lebih mustajab dibanding doa kyai atau doa orang lain.

Namun sebenarnya bolehkah mendoakan orang lain itu..?Pernah Rasulullah mendoakan orang badui yang datang kepadanya dan meminta didoakan. Rasulullah memang mendoakan mereka, karena ini perintah Allah, namun bukan untuk memenuhi permintaan mereka, melainkan sekedar untuk menentramkan hati mereka.
lebih jelas disampaikan oleh ayat berikut ini,

Ali Imran 142 : " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi ALlah orang2 yang berjihad (bekerja keras) di antaramu, dan belum nyata orang2 yang sabar."


Sedangkan pada doa bersama, yang dikaji adalah efektifitas doa, karena doa benar2 efektif bila memang dilandasi kepentingan bersama, misal meminta hujan, pertolongan atas bencana alam dan lain sebagainya.

Q.S An Nahl 111 : Ingatlah suatu hari ketika tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri, dan bagi tiap diri disempurnakan balasan atas apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka tidak dianiaya.

4. Puasa sunah, dan Salat sunah agar mendapat rezeki

Ibadah itu adalah tergantung niat pelakunya, maka jelaslah, melakukan ibadah puasa atau salat agar diberi rezeki,atau agar permintaannya terkabul, maka ibadahnya bukan lagi dikarenakan kecintaan pada Allah, dan ini jelas kesalahan..memang, setan begitu halus meniupkan kekeliruan dalam hati kita.
Orang yang berpuasa secara benar (istiqomah) dan jangka panjang.Ia akan sehat lahir batin. Badannya sehat, pikirannya jernih, akhlaknya baik dan semangatnya stabil. Yang demkian inilah yang disebut sebagai bertakwa, dan jika ibadah dan takwanya ditujukan semata2 untuk Allah, yattaqillaha, maka itulah takwa yang sempurna. Dan yakinlah,Allah akan memudahkan hidupnya, dan kebaikan sebagaimana dituliskan dalam Alquran At Thalaq ayat 2-5.

5. Berdoa ataukah menyuruh Tuhan

Sadarkah kita, terkadang, kita dalam berdoa seringkali adalah suatu kalimat perintah..misal "ya Allah, berikanlah aku kemudahan dalam ujian.."

kalimat seperti itu sering kita ucapkan bukan..? Memang, Allah menyuruh kita agar berdoa dan meminta pertolongan, dan sebagai tanda tiadanya kesombongan dalam hati kita, karena dengan berdoa kita menetapkan diri sebagai yang lemah, yang tiada daya dan upaya selain atas seizin Allah..

Namun yang perlu disadari adalah, kita seharusnya mengoptimalkan usaha kita dulu barulah berdoa, dan hendaknya berdoa seperti yang dicontohkan oleh nabi2 kita dan orang2 beriman..
setelah itu barulah kita berdoa yang sesuai kebutuhan kita, misal kita akan menghadapi ujian, berdoalah dengan halus semisal, "Ya Allah, pengetahuan adalah milikmu, dan aku adalah hambamu yang lemah dan merugi tanpamu.."

Q.S Ibrahim 7 : "Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat padamu, dan jika mengingkari, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih"

ingatlah ayat di atas, karena jangan sampai, kita seperti kaum bani Israil dalam zaman nabi musa, karena "kerewelan" kaum tersebut dalam berdoa sebagaimana diceritakan dalam Q.S AlBaqarah ayat 57-61. (silahkan baca sendiri,itung2 dibuka lagi AL Qurannya..hehe ^^)


Kesimpulan dan Saran bagi pembaca :


5 Tingkatan Sikap berdoa

QS. 03-163 "(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan."

Sebagaimana disampaikan diatas, bahwa hendaknya dalam berdoa kita harus berhati2 agar jangan sampai terjebak menjadi seolah2 menyuruh Allah, hendaknya diperhatikan hal berikut ini.

Baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun ibadah,doa juga memiliki beberapa tingkatan, dan terserah dari tiap2 kita untuk memilih tingkatan yang mana, namun tiap2 dari kita niscaya bila diberi pilihan akan memilih yang paling baik. Tingkatan2 dalam doa antara lain :

1 Sikap doa seperti perdagangan dan perniagaan :

Q.S Ash Shaff 10 :
 " Hai orang2 beriman sukakah kamu aku tunjukkan perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?"
Allah memang seringkali menggunakan istilah perdagangan untuk menggambarkan perjuangan seseorang di dalam menjalankan agamanya. Berikut adalah ciri2 dan pemahaman yang menganggap doa adalah perniagaan.ciri :Egoistik, Keuntungan pribadi, Kebahagiaan, jangka pendek, Individual, Lingkup sempit
Pemahaman yang bersangkutan :Allah adalah partner bisnis yang harus dieksploitasi, dikeruk sebanyak mbanyaknya, dan meminta dengan Menyebut kebaikan yang pernah dilakukannya

2. Sikap doa merendah karena benar2 membutuhkan Allah (menuhankan Allah)..

ciri :Minta sesuai kebutuhan .Terjebak jadi peminta-minta, segalanya diminta, malas bekerja padahal Allah tidak suka pemalas, tapi menyukai pekerja keras.

Pemahaman, Allah :tempat bergantung, pelindung, tempat curhat. Seolah-olah disukai Allah karena banyak berdoa, walaupun sedikit bekerja

3. Sikap doa yang santun, menuhankan Allah dan malu padaNya..

ciri : Berdoa dengan rasa malu kepada Allah,Berdoa lebih santun ,Tidak dagang, Tidak minta semaunya.
Pemahaman :
Allah Maha Tahu dan Maha Pemurah, maka tidak minta semaunya
Allah tahu kebutuhan hamba yang berdoa, pasti memberi yang terbaik bagi dirinya.

4. Sikap berdoa yang mensyukuri nikmat :

ciri2 :Terima kasih dan bersyukur, Tidak menyuruh Allah,Tidak perlu minta ini minta itu
Pemahaman :
Dengan terima kasih dan syukur Allah akan menambah nikmat dan bahagia dunia akhirat.
Dengan cerdik dan bijak, tidak menyuruh Tuhan, tapi terima kasih
Merasa kehidupan berlimpah dan cukup karena rasa sukur
Berdoa hanya bila benar2 butuh.

5. Sikap doa , dengan meniru perbuatan Allah (kuncinya ada pada amal perbuatan)

ciri2 :Bersyukur, Tak ada kata minta dari mulut dan hatinya, Berbuat di jalan Allah. “Membantu” Allah menebar-kan rahmat bagi mahluk-Nya.

Pemahaman :Jangan meremehkan Allah, Allah Maha Tahu dan Maha Pemurah, maka tidak minta semaunya ,
Allah tahu yang dibutuhkan hamba yang berdoa dan pasti beri yang terbaik bagi dirinya yang dibutuhkan.
Allah memberi yg kita butuhkan sebelum kita minta.
Doa orang dekat dengan Allah, tidak pernah berpikir minta kepada Allah.
Berbuat baik banyak, sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadanya.
kuncinya: Saya sudah diberi Allah, maka saya harus memberikan kepada orang lain.
Penuh syukur, tidak menghitung apa yang harus diperoleh , tapi yg apa sudah diterima dan limpahkan kpd orang lain seberapa ia mampu, seterusnya akan bertambah kenikmatannya.
Dijalankan berdasar rasa kasih dan sayang sebagaimana telah merasa dapat banyak kasih dan sayang dari Allah ( QS” Asy syura 42:23)

insya allah notis ini dapat menambah wawasan kita semua,!
ameen,.

Ali Imran 142 : " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bekerja keras) di antaramu, dan belum nyata pula orang-orang yang sabar."

1 komentar: