Minggu, 17 Januari 2016

BUKTI ILMIAH BAHWA ISLAM ADALAH SATU-ATUNYA AGAMA YANG BENAR

          Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS. Al Baqaraah 2 : 132 )
 
          Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa agama Islam adalah satu satunya agama yang benar, saat ini orang orang mempunyai pola piker yang kritis yang tidak mau hanya menelan dogma mentah mentah yang digembar gemborkan oleh semua pemuka agama. Islam adalah agama yang mengajarkan kalimat kalimat Taukhid yang meng-Esa-kan Allah, laa illaaha illallaah – tidak ada Tuhan selain Allah. Ajaran laa illaaha illallaah – tidak ada Tuhan selain Allah dengan sangat tegas dan jelas diajarkan dalam empat ( 4 ) kitab suci yang wajib diimani oleh umat Muslim yaitu :
  1. Kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa
  2. Kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud
  3. Kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa Almasih ( Yesus )
  4. Kitab Suci Al Qur’an yang diturunkan kepada nabi  Muhammad saw.
Semua kitab kitab tersebut dengan jelas mengajarkan kalimat Taukhid yaitu :
“Kalimat Laa illaaha illallaah”
Sebagaimana tertulis dalam Alkitab yang merupakan gabungan dari Kitab Taurat, Kitab Zabur, dan Kitab Injil :
Alkitab
Alkitab yang merupakan gabungan kitab Taurat, Zabur, dan Injil. tetapi banyak sekali versi yang beredar di seluruh dunia.
1.      Kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa
Keluaran 10 : 3
 Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku. Keluaran 15 : 26
firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
Keluaran 20 : 1 – 5
(1) Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
(2) Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
(3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
(4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
(5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Ulangan 5 : 6 – 9
(6) Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
(7) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
(8) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
(9) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Sangatlah mudah menemukan ajaran ajaran Taukhid yang mengajarkan kita hanya untuk menyembah hanya kepada Allah saja di dalam Kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as.

2.      Kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud.
Mazmur 3 : 8
Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
Mazmur 7 : 2
Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,
Mazmur 7 : 11 – 12
(11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
(12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
Mazmur 16 : 2
Aku ( Daud ) berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”
Mazmur 24 : 1
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Mazmur 25 : 5
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud yang kemudian di dalam Al Kitab dinamakan Kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal, menuliskan bahwa nabi Daud selalu berdoa dan meminta tolong kepada Allah saja, sama sekali tidak pernah meminta tolong kepada Yesus Kristus. Kalau Yesus Tuhan kenapa nabi Daud tidak meminta tolong kepada Yesus Kristus ? Karena Yesus Kristus sama seperti dirinya ( Daud ) yang hanya merupakan utusan Allah.
3.      Kitab Injil  diturunkan pada nabi Isa Almasih ( Yesus )
Yohanes 17 : 3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, dan mengenal YESUS KRISTUS YANG ENGKAU UTUS.
Lukas 6:12  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa & semalam-malaman Ia BERDOA KEPADA ALLAH.
Matius 14:23  Setelah orang banyak itu disuruhnya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Markus 12:29   Jawab Yesus:“Hukum terutama ialah: Dengar, hai orang israel,  Tuhan Allah kita,Tuhan itu esa.
Matius 4:10 & Lukas 4:8    Kata Yesus padanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab tertulis: Engkau  harus menyembah Tuhan, Allahmu, & hanya pada Dia saja kau berbakti!”
YOHANES 5 : 30     Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, “Melainkan kehendak Dia ( Allah ) yang mengutus Aku”
Dan masih banyak sekali ayat ayat yang tertulis di dalam Kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa Almasih ( Yesus ) yang mengajarkan kalimat Taukhid laa illaha illallah – tiada Tuhan selain Allah yang artinya adalah perintah hanya menyembah kepada Allah Yang Maha Esa, bukan kepada Yesus Kristus. Semua ajaran ajaran tersebut sangat jelas tertulis di dalam Alkitab yang merupakan kitab suci bagi umat Nasrani, tetapi mengapa kebenaran tersebut dimanipulasi ?

4.      Kitab Suci Al Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw yang merupakan nabi dan rasul utusan Allah yang terakhir. Ribuan ayat ayat dalam Kitab Suci Al Qur’an menyebutkan dan mengajarkan kalimat kalimat Taukhid yang menyembah dan bersusjud hanya kepada Allah.
Al Qur'anAl Qur’an Kitab Suci Umat Muslim di seluruh dunia hanya ada satu versi, jutaan umat mampu menghafal, berkali kali dipalsu selalu gagal.
Dalam Al Qur’an sangat tegas bukti tentang ajaran Tauhid :
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ( QS. Al Baqaraah 2 : 255 )

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.
( QS. Al-Ikhlas 112 : 1 – 4 )
1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
6. dari (golongan) jin dan manusia.
( QS. An-Naas 114 : 1- 6 )

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.” ( QS. Ali Imran 3 : 84 )

Tidak diragukan dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa fakta sejarah yang disebutkan oleh  empat ( 4 ) kitab suci yang wajib diimani keberadaanya oleh seluruh umat Muslim di muka bumi ini yaitu Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil, dan Kitab Suci Al Qur’an, bahwa semua ke empat kitab suci tersebut mengajarkan kalimat kalimat Taukhid ; tiada Tuhan selain Allah – laa illaha illallah dan larangan keras menyembah selain Allah. Semua ajaran ajaran Taukhid yang seluruhnya disampaikan oleh para nabi dan para rasul utusan Allah dari nabi pertama nabi Adam as sampai nabi terakhir yaitu nabi Muhammad saw selalu mencontohkan dan mengajarkan untuk menyembah dan bersujud hanya kepada Allah sang Maha Pencipta, satu satunya Tuhan Yang Benar, Tuhan Yang Maha Adil, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Tidak Tertandingi oleh siapapun juga mahluk di jagad raya ini.
Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam ( QS. Ali Imran 3 : 19 )

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. ( QS. Ali Imran 3 : 85 )

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.( QS. Ali Imran 3 : 102 )

Walaupun Yahudi dan Nasrani mencoba untuk membelokan ajaran Taukhid tetapi bagi mereka yang mau membaca dan mau membuktikan ajaran yang tertulis di dalam Al Kitab ( Taurat, Zabur, dan Injil ) dengan membacanya secara detail maka kebenaran kalimat Taukhid tidaklah bisa dipungkiri lagi keberadaanya. Banyak sekali di Negara Negara barat yang mengadakan seminar tentang Al Kitab dalam mencari ajaran yang benar dan juga sudah dituangkan di dalam buku buku yang laris terjual, hanya sayang di Indonesia buu buku tersebut sangat sulit untuk didapatkan, yang memang sengaja ditolak peredarannya di Indonesia. Tetapi saat sekarang banyak bermunculan kristolog kristolog Muslim yang berusaha untuk membuktikan kebenaran kebenaran ayat ayat Al Qur’an dalam menyikapi dan mengomentari ayat ayat yang ada di dalam Al Kitab, termasuk buku ini juga.

Semua Nabi Dan Rasul Utusan Allah Bersujud Hanya Pada Allah.
Berikut adalah bukti bukti yang sangat valid bahwa semua utusan Allah selain mengajarkan “Kalimat Kalimat Taukhid” juga hanya menyembah dan bersujud kepada Allah saja yang tertulis di dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil !
–          Nabi Ibrahim bersujud,
Kejadian 17:3  Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya… ..
–          Nabi Lot bersujud,
Kejadian 19:1  Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang.. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
–          Nabi Ezra bersujud:
Ezra 10:1  Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.
–          Nabi Yosua bersujud:
Yosua 5:14 Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?
–          Nabi Daud bersujud:
Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita
–          Nabi Ayub bersujud
Ayub 1 : 20 – 23 menceritakan ketika Ayub dicobai oleh Allah atas permintaan iblis, kalau Ayub tidak punya apa apa termasuk harta dan semua anaknya meninggal maka menurut iblis Ayub akan berpaling dari Allah tetapi setelah mendapatkan berbagai cobaan yang berat nabi Ayub tetap beriman dan sujud kepada Allah sebagaimana tertulis sebagai berikut :
(20) Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
(21) katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
(22) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
–          Nabi Musa bersujud:
Keluaran 34:8  Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah
–          Nabi Harun bersujud:
Bilangan 20:6  Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.
–          Nabi Elia bersujud:
1 Raja 18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
–          Yesus pun sujud:
Matius 26:39; Markus 14:35; Lukas 22:41-42 Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud & berdoa

Jelas sekali di dalam Al Kitab tertulis bahwa semua nabi dan rasul utusan Allah bersujud dan menyembah hanya kepada Allah, juga termasuk Yesus Kristus ( Isa Almasih ) yang dianggap Tuhan oleh umat nasrani. Mereka umat nasrani selalu mengatakan bahwa mereka adalah orang orang yang selalu menggunakan kecerdasan intelektual mereka dalam menganalisa segala sesuatunya, hanya sayang ternyata hal yang begitu mudah untuk dipahami tentang keimanan dalam menyembah Tuhan yang benar mereka tidak mampu memahami, masihkah mereka berani mengatakan bahwa mereka adalah orang orang yang mempunyai kemampuan berpikir yang tinggi ?
Hal yang sama tentang semua nabi dan rasul utusan Allah hanya menyembah dan bersujud jepada Allah juga ditegaskan di dalam Kitab Suci Al Qur’an dalam QS. Ali Imran :
81. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.
82. Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”
85. Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.                                                                                ( QS. Ali Imraan 3 : 81 – 85 )

PANDANGAN ISLAM TERHADAP PENYAKIT DENGKI

 Dengki merupakan salah satu penyakit hati yang harus dihindari. Karena dengki merujuk kepada kebencian dan kemarahan yang timbul akibat perasaan cemburu atau iri hati yang sangat besar. Dengki amat dekat dan berhubungan dengan unsur jahat, benci, fitnah dan perasaan dendam yang terpendam.
Dengki (hasad), kata Imam Al-Ghazali, adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Dengki dapat merayapi hati orang yang sakit, karena orang dengki itu merasa lebih hebat, tidak ingin kalah, ingin dianggap  ataupun membesar-besarkan diri. Tidak mungkin seseorang merasa iri kepada orang yang dianggapnya lebih “kecil” atau lebih lemah. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Kullu dzi ni’matin mahsuudun.” (Setiap yang mendapat kenikmatan pasti didengki).
 
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling menfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci, saling memusuhi dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslimnya yang lain, ia tidak menzaliminya, tidak mempermalukannya, tidak mendustakannya dan tidak pula melecehkannya. Takwa tempatnya adalah di sini, seraya Nabi shallallahu alaihi wassalam menunjuk ke dadanya tiga kali. Telah pantas seseorang disebut melakukan kejahatan, karena ia melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas sesama muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya. ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)
Allah subhanuhu wata’ala  berfirman: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki. (AI Falaq : 1, 2 dan 5).
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Ada tiga hal yang menjadi akar semua dosa. Jagalah dirimu dan waspadalah terhadap ketiganya. Waspadalah terhadap kesombongan, sebab kesombongan telah menjadikan iblis menplak bersujud kepada Adam. Waspadalah terhadap kerakusan, sebab kerakusan telah menyebabkan Adam memakan buah dari pohon terlarang. Dan jagalah dirimu dari dengki, sebab dengki telah menyebabkan salah seorang anak Adam membunuh saudaranya.” (HR Ibnu Asakir).
Perhatikan juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam yang lainnya, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam Bersabda: “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (Abu Daud).
Hadits itu menegaskan kepada kita bahwa dengki itu merugikan. Yang dirugikan bukanlah orang yang didengki, melainkan si pendengki itu sendiri. Di antara makna memakan kebaikan, seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, dijelaskan dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, “Memusnahkan dan menghilangkan (nilai) ketaatan pendengki sebagaimana api membakar kayu bakar. Sebab kedengkian akan mengantarkan pengidapnya menggunjing orang yang didengki dan perbuatan buruk lainnya. Maka berpindahlah kebaikan si pendengki itu pada kehormatan orang yang didengki. Maka bertambahlah pada orang yang didengki kenikmatan demi kenikmatan sedangkan si pendengki bertambah kerugian demi kerugian.
Hilangnya pahala itu hanyalah salah satu bentuk kerugian pendengki. Masih banyak kebaikan-kebaikan atau peluang-peluang kebaikan yang akan hilang dari pendengki, antara lain :
Orang yang dengki perilakunya sering tidak terkendali. cenderung terjebak dalam tindakan merusak nama baik, mendiskreditkan, dan menghinakan orang yang didengkinya. Dengan cara itu ia membayangkan akan merusak citra, kredibilitas, dan daya tarik orang yang didengkinya. Dan sebaliknya, mengangkat citra, nama baik dan kredibilitas pihaknya. Namun kehendak Allah tidaklah demikian. Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Berikut ini: Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam  bersabda, “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)
Ketika seorang pendengki melampiaskan kebencian dan kedengkian dengan melakukan hasutan kepada pihak lain, jangan beranggapan bahwa semua orang akan terpengaruh olehnya. Yang terpengaruh hanyalah orang-orang yang tidak membuka mata terhadap realitas, tidak dapat berpikir objektif. Akan tetapi banyak juga yang akan mencoba mencari informasi pembanding dan berusaha berpikir objektif. Sesungguhnya kedengkian merupakan penyakit yang dapat mencukur habis atau mencukur gundul agama. Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam berikut ini: “Menjalar kepada kalian penyakit umat-umat (terdahulu): kedengkian dan kebencian. Itulah penyakit yang akan mencukur gundul. Aku tidak mengatakan bahwa penyakit itu mencukur rambut, melainkan mencukur agama.” (At-Tirmidzi)
Perilaku dan sikap pendengki mirip perilaku orang-orang munafik. Di antara perilaku orang munafik adalah selalu mencerca dan mencaci apa yang dilakukan orang lain terutama yang didengkinya. Jangankan yang tampak buruk, yang nyata-nyata baik pun akan dikecam dan dianggap buruk. Orang yang dengki itu hanya melihat dirinya, dan akan mencari keambing hitam atas kegagalan atau kekecewaan atas hal yang sudah ditetapkan Allah. Penyakit dengki tidak ada urusan apakah seseorang tersebut fasih berbahasa arab atau pandai mengutip hadist atau bangga dengan gelar dan titel, ini tanda orang yang belum sampai kepada ilmu, ada yang lebih besar dari Allah di dalam dirinya, dengki.
Allah subhanuhu wata’ala. menggambarkan perilaku itu sebagai perilaku orang munafik. Abi Mas’ud Al-Anshari mengatakan, saat turun ayat tentang infak para sahabat mulai memberikan infak. Ketika ada orang muslim yang memberi infaq dalam jumlah besar, orang-orang munafik mengatakan bahwa dia riya. Dan ketika ada orang muslim yang berinfak dalam jumlah kecil, mereka mengatakan bahwa Allah tidak butuh dengan infak yang kecil itu. Maka turunlah ayat 79 At-Taubah. (Bukhari dan Muslim).
Perhatikan firman Allah subhanuhu wata’ala berikut ini: ”Orang-orang munafik itu yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.” (QS. At Taubah [9] : 79)
Orang yang membiarkan dirinya dikuasai oleh iri hati dan dengki akan menanggung beban berat yang tidak seharusnya. Karena setiap kali ia melihat orang yang didengkinya dengan semua kesuksesannya, hati dan persaannya menderita dan hatinya semakin penuh dengan dengki, marah, benci, curiga, kesal, kecewa, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Sungguh sangat tidak enak menjalani kehidupan seperti itu. Seperti layaknya penyakit, ketika dipelihara akan mendatangkan penyakit lainnya, seperti penyakit hati yang bernama iri hati dan dengki. Bila tidak segera dihilangkan akan mengundang penyakit-penyakit lainnya. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah subhanuhu wata’ala berikut ini: “ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta .” (QS.Al-Baqarah [2]: 10).
Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian” (Shahih Muslim, Muqaddimah kitab Shahih). 
Dari penjelasan di atas kita dapatkan petunjuk dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam serta para shahabat dan tabi’in (serta ulama lain setelah mereka) agar kita mengambil ilmu dari orang yang alim, ’adil (terpercaya dalam agamanya) dan istiqamah, serta melarang mengambil ilmu dari orang-orang jahil dan fasiq. Al-Imam Malik bin Anas menambahkan : ”Ilmu tidaklah diambil dari empat orang : ”(1) Orang yang bodoh yang menampakkan kebodohannya meskipun ia banyak meriwayatkan dari manusia, (2) Pendusta yang ia berdusta saat berbicara kepada manusia, meskipun ia tidak dituduh berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam (dalam hadits), (3) Orang yang menurutkan hawa nafsunya dan mendakwahkannya; dan (4) Orang yang mempunyai keutamaan dan ahli ibadah, namun ia tidak tahu apa yang dikatakannya (yaitu tidak faqih)” [Al-Kifaayah 1/77-78]
Semoga Allah menambahkankan petunjuk jalan yang lurus kepada kita semua dan dikumpulkan selalu  bersama para salihin, arifin, shidiqqin dan yang terkasih Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, amin.

BERDO'A ATAUKAH MENYURUH ALLAH,??

Menanggapi notes dari temen2 terutama masalah jodoh dan rezeki, dan dari diri sendiri yang menyadari bahwa setiap dari kita pasti menginginkan sesuatu, dan setiap orang yang beragama pasti pernah berdoa.

Berdoa adalah penyejuk jiwa bagi siapa saja. Terutama bagi yang hatinya gundah, dan berkeinginan.Namun yang perlu disadari bahwa bertahun-tahun kita berdoa, terkadang ada salah kaprah didalamnya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita jadikan pembelajaran.

1. Berdoa sebanyak-banyaknya :

Pertanyaan mendasar tentang hal ini adalah, adakah di dalam Al-Quran, umat islam disuruh untuk berdoa sebanyak-banyaknya..?
jawaban atas hal itu adalah, tidak ada. Karena memang, di dalam al-Quran tidak ada perintah untuk berdoa sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, yang harus dilakukan adalah berzikir sebanyak-banyaknya.

Dapat kita lihat di dalam Q.S AL Ahzab (41-42) : "hai orang2 yang beriman, berzikirlah pada Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah padaNya, di waktu pagi dan petang hari.
Dalil yang sama diperkuat pula di dalam Q.S Ali Imran ayat 41, Q.S Al Anfaal ayat 45, bahkan sangat mengena pada Q.S Al Jumu'ah ayat 10 dimana dinyatakan : " Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka segeralah kamu bertebaran di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan Berzikirlah sebanyak2nya agar kamu beruntung."


Secara ringkas, untuk menjawab pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :

a. Allah tidak pernah mengajarkan hambaNya untuk banyak berdoa, sebaliknya yang disuruh adalah kita berusaha dan banyak2 berzikir.
b. Yang ditakutkan adalah dengan banyak berdoa, akan melemahkan semangat juang kita dan menjadi manja.
c. Allah mengajarkan hambaNya untuk bekerja keras, dan setelah itu menyerahkan pada Allah SWT.

2. Doa yang panjang, detil atau seperti mantra :

Pernahkan anda berdoa seperti ini, "Ya Allah, saya ingin mobil, karena sudah bertahun2 saya naik motor. Anak saya sekarang sudah 3 jadi kalau naik motor tidak cukup. Kalau boleh sya ingin mobil yang berwarna hijau ya Allah
yang besar jadi bisa muat banyak, dan biar awet di dalamnya ada jok kulitnya, biar kemana2 nyaman, suspensinya pake mcpherson, dan dilengkapi ac double blower, kemudian sudah ada power steering agar saat mudik tidak capek ya ALlah.
tidak lupa pula irit, dan agar bisa sampai kantor dengan cepat haruslah kencang, minimal diatas 140 tenaga kuda ya ALlah...."

ataukah anda pernah berdoa yang sama sedari kecil, sehingga acap kali tak ubahnya seperti mantra, dan bahkan hanya berupa hapalan, dan tidaklah menggunakan hati dan terasa membosankan.?

Satu hal yang perlu kita ingat dalam berdoa adalah, kita sedang mengharap pertolongan Allah, maka gunakanlah hati kita dalam berdoa, gunakan kata2 yang benar2 mewakili hati dan kegundahan kita.
Karena Allah maha mendengar permohonan hambanya, pun ALlah adalah zat yang Maha pemurah, lagi maha penyayang.
Namun, jangan pula kita meminta doa yang terlalu detil seperti diatas, karena bisa jadi apa yang kita inginkan dan kita lihat baik, belum tentu itu adalah apa yang benar2 kita butuhkan dan dianggap baik menurut Allah.
.
Bandingkan doa diatas dengan doanya para rasul dan orang beriman sebagaimana tertulis dalam Al-Quran


Q.S Ali Imran 146-147 : " Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan pantang menyerah. Allah menyukai orang2 yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang berlebih2an dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"

ada beberapa hikmah atas ayat tersebut

a. tidak manja dalam berdoa, yaitu meminta tanpa berusaha.
b. berdoa mestinya merupakan introspeksi diri, dan memohon ampun atas kesalahan, kebodohan dan minta tolong dengan cara yang dikehendaki Allah. Karena dengan cara demikian yang akan memperoleh kebaikan dan kesuksesan.

contoh lain adalah doa nabi musa yang menggunakan ungkapan yang sangat halus dan tidak berkesan menyuruh Allah..

Q.S Al Qashash 24 : "Maka musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engaku turunkan kepadaku"

dan doa Nabi Luth dan orang beriman :

Q.S Al ankaabuut 30 : Luth berdoa "Ya Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu"
Q.S Al Mu'minuun 109 : "Sesungguhnya ada golongan dari hambaKu berdoa, Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik "

3. Membeli doa, menitip doa, dan doa bersama

Pernahkan kita melihat praktek pembelian air yang sudah didoakan oleh kiai tertentu, atau pernahkan kita menitip doa, meminta doa dari teman dan lain sebagainya..?
kemungkinan besar pasti pernah.

Yang perlu diperhatikan adalah , bahwa sebenarnya doa yang paling mustajab adalah doa orang2 yang memiliki kekuatan emosional dengan yang didoakan. Hal ini berhubungan dengan kekuatan hati kita dalam berdoa seperti yang disampaikan di atas. Jadi, doa orang tua, saudara yang menyayangi kita jauh lebih mustajab dibanding doa kyai atau doa orang lain.

Namun sebenarnya bolehkah mendoakan orang lain itu..?Pernah Rasulullah mendoakan orang badui yang datang kepadanya dan meminta didoakan. Rasulullah memang mendoakan mereka, karena ini perintah Allah, namun bukan untuk memenuhi permintaan mereka, melainkan sekedar untuk menentramkan hati mereka.
lebih jelas disampaikan oleh ayat berikut ini,

Ali Imran 142 : " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi ALlah orang2 yang berjihad (bekerja keras) di antaramu, dan belum nyata orang2 yang sabar."


Sedangkan pada doa bersama, yang dikaji adalah efektifitas doa, karena doa benar2 efektif bila memang dilandasi kepentingan bersama, misal meminta hujan, pertolongan atas bencana alam dan lain sebagainya.

Q.S An Nahl 111 : Ingatlah suatu hari ketika tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri, dan bagi tiap diri disempurnakan balasan atas apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka tidak dianiaya.

4. Puasa sunah, dan Salat sunah agar mendapat rezeki

Ibadah itu adalah tergantung niat pelakunya, maka jelaslah, melakukan ibadah puasa atau salat agar diberi rezeki,atau agar permintaannya terkabul, maka ibadahnya bukan lagi dikarenakan kecintaan pada Allah, dan ini jelas kesalahan..memang, setan begitu halus meniupkan kekeliruan dalam hati kita.
Orang yang berpuasa secara benar (istiqomah) dan jangka panjang.Ia akan sehat lahir batin. Badannya sehat, pikirannya jernih, akhlaknya baik dan semangatnya stabil. Yang demkian inilah yang disebut sebagai bertakwa, dan jika ibadah dan takwanya ditujukan semata2 untuk Allah, yattaqillaha, maka itulah takwa yang sempurna. Dan yakinlah,Allah akan memudahkan hidupnya, dan kebaikan sebagaimana dituliskan dalam Alquran At Thalaq ayat 2-5.

5. Berdoa ataukah menyuruh Tuhan

Sadarkah kita, terkadang, kita dalam berdoa seringkali adalah suatu kalimat perintah..misal "ya Allah, berikanlah aku kemudahan dalam ujian.."

kalimat seperti itu sering kita ucapkan bukan..? Memang, Allah menyuruh kita agar berdoa dan meminta pertolongan, dan sebagai tanda tiadanya kesombongan dalam hati kita, karena dengan berdoa kita menetapkan diri sebagai yang lemah, yang tiada daya dan upaya selain atas seizin Allah..

Namun yang perlu disadari adalah, kita seharusnya mengoptimalkan usaha kita dulu barulah berdoa, dan hendaknya berdoa seperti yang dicontohkan oleh nabi2 kita dan orang2 beriman..
setelah itu barulah kita berdoa yang sesuai kebutuhan kita, misal kita akan menghadapi ujian, berdoalah dengan halus semisal, "Ya Allah, pengetahuan adalah milikmu, dan aku adalah hambamu yang lemah dan merugi tanpamu.."

Q.S Ibrahim 7 : "Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat padamu, dan jika mengingkari, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih"

ingatlah ayat di atas, karena jangan sampai, kita seperti kaum bani Israil dalam zaman nabi musa, karena "kerewelan" kaum tersebut dalam berdoa sebagaimana diceritakan dalam Q.S AlBaqarah ayat 57-61. (silahkan baca sendiri,itung2 dibuka lagi AL Qurannya..hehe ^^)


Kesimpulan dan Saran bagi pembaca :


5 Tingkatan Sikap berdoa

QS. 03-163 "(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan."

Sebagaimana disampaikan diatas, bahwa hendaknya dalam berdoa kita harus berhati2 agar jangan sampai terjebak menjadi seolah2 menyuruh Allah, hendaknya diperhatikan hal berikut ini.

Baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun ibadah,doa juga memiliki beberapa tingkatan, dan terserah dari tiap2 kita untuk memilih tingkatan yang mana, namun tiap2 dari kita niscaya bila diberi pilihan akan memilih yang paling baik. Tingkatan2 dalam doa antara lain :

1 Sikap doa seperti perdagangan dan perniagaan :

Q.S Ash Shaff 10 :
 " Hai orang2 beriman sukakah kamu aku tunjukkan perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?"
Allah memang seringkali menggunakan istilah perdagangan untuk menggambarkan perjuangan seseorang di dalam menjalankan agamanya. Berikut adalah ciri2 dan pemahaman yang menganggap doa adalah perniagaan.ciri :Egoistik, Keuntungan pribadi, Kebahagiaan, jangka pendek, Individual, Lingkup sempit
Pemahaman yang bersangkutan :Allah adalah partner bisnis yang harus dieksploitasi, dikeruk sebanyak mbanyaknya, dan meminta dengan Menyebut kebaikan yang pernah dilakukannya

2. Sikap doa merendah karena benar2 membutuhkan Allah (menuhankan Allah)..

ciri :Minta sesuai kebutuhan .Terjebak jadi peminta-minta, segalanya diminta, malas bekerja padahal Allah tidak suka pemalas, tapi menyukai pekerja keras.

Pemahaman, Allah :tempat bergantung, pelindung, tempat curhat. Seolah-olah disukai Allah karena banyak berdoa, walaupun sedikit bekerja

3. Sikap doa yang santun, menuhankan Allah dan malu padaNya..

ciri : Berdoa dengan rasa malu kepada Allah,Berdoa lebih santun ,Tidak dagang, Tidak minta semaunya.
Pemahaman :
Allah Maha Tahu dan Maha Pemurah, maka tidak minta semaunya
Allah tahu kebutuhan hamba yang berdoa, pasti memberi yang terbaik bagi dirinya.

4. Sikap berdoa yang mensyukuri nikmat :

ciri2 :Terima kasih dan bersyukur, Tidak menyuruh Allah,Tidak perlu minta ini minta itu
Pemahaman :
Dengan terima kasih dan syukur Allah akan menambah nikmat dan bahagia dunia akhirat.
Dengan cerdik dan bijak, tidak menyuruh Tuhan, tapi terima kasih
Merasa kehidupan berlimpah dan cukup karena rasa sukur
Berdoa hanya bila benar2 butuh.

5. Sikap doa , dengan meniru perbuatan Allah (kuncinya ada pada amal perbuatan)

ciri2 :Bersyukur, Tak ada kata minta dari mulut dan hatinya, Berbuat di jalan Allah. “Membantu” Allah menebar-kan rahmat bagi mahluk-Nya.

Pemahaman :Jangan meremehkan Allah, Allah Maha Tahu dan Maha Pemurah, maka tidak minta semaunya ,
Allah tahu yang dibutuhkan hamba yang berdoa dan pasti beri yang terbaik bagi dirinya yang dibutuhkan.
Allah memberi yg kita butuhkan sebelum kita minta.
Doa orang dekat dengan Allah, tidak pernah berpikir minta kepada Allah.
Berbuat baik banyak, sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadanya.
kuncinya: Saya sudah diberi Allah, maka saya harus memberikan kepada orang lain.
Penuh syukur, tidak menghitung apa yang harus diperoleh , tapi yg apa sudah diterima dan limpahkan kpd orang lain seberapa ia mampu, seterusnya akan bertambah kenikmatannya.
Dijalankan berdasar rasa kasih dan sayang sebagaimana telah merasa dapat banyak kasih dan sayang dari Allah ( QS” Asy syura 42:23)

insya allah notis ini dapat menambah wawasan kita semua,!
ameen,.

Ali Imran 142 : " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bekerja keras) di antaramu, dan belum nyata pula orang-orang yang sabar."